Pascasarjana | IAIN Pekalongan

Prodi Magister HKI Pascasarjana IAIN Pekalongan Gelar Workshop Redesain Kurikulum

E-mail Print PDF

 

khas 1

Pada Selasa, 21 Juni 2022, Prodi Magister Hukum Keluarga Islam (HKI) Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menggelar workshop redesain kurikulum dengan tema “Penyusunan Kurikulum Prodi Magister HKI Berbasis KKNI untuk Membentuk Kepakaran di Bidang Ketahanan Keluarga”, Kegiatan ini diselenggarakan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan di Hotel Khas Pekalongan. Kegiatan ini diikuti oleh direktur dan wakil direktur, ketua program studi, sekretaris program studi, serta beberapa dosen dan tendik yang ada di lingkungan Pascasarjana IAIN Pekalongan, turut hadir undangan dari stakeholder seperti pengguna lulusan, alumni dan mahasiswa magister HKI. Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Prof. Dr. H. Adang Djumhur Salikin, M.Ag., guru besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

 

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana IAIN Pekalongan, Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan IAIN Pekalongan yang beralih status menjadi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Dengan alih status tersebut beliau berharap bisa menjadi penambah semangat seluruh civitas academica khususnya prodi magister HKI yang akan menggelar redesain kurikulum. Selanjutnya direktur pascasarjana menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya para stakeholder selama kegiatan ini berlangsung, dan tidak lupa mengaturkan terima kasih kepada narasumber yang berkenan hadir pada acara redesain kurikulum ini, beliau juga berharap narasumber bisa mengawal dan mendampingi kegiatan ini sampai tersusunya kurikulum magister HKI yang berkualitas.

khas 2

 

Dalam pemaparan materinya Prof. Dr. H. Adang Djumhur Salikin, M.Ag. menyampaikan bahwa Kurikulum merupakan salah satuh komponen yang ada dalam sistem pendidikan. Dimana kurikulum akan memberikan arah dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan proses pendidikan, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan formal. Tanpa adanya kurikulum proses pendidikan tidak akan berjalan terarah dengan baik. Bahkan jika ditinjau dari pandangan ekstrim bisa kita katakan, jika tidak ada kurikulum maka di sekolah tidak akan ada proses pendidikan. Karena yang menentukan aktivitas proses pendidikan berupa kegiatan pembelajaran semuanya ditentukan dalam kurikulum, tentu dengan sejumlah adaptasi dan variasi.

 

Acara Workshop ini diselenggarakan selama 2 hari, pada hari pertama diawali dengan acara ceremonial pembukaan dan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang redesain kurikulum prodi magister Hukum Keluarga Islam oleh narasumber. Selanjutnya di hari kedua, rabu, 22 Juni 2022 dilaksanakan kegiatan penyusunan dan review kurikulum magister Hukum Keluarga Islam didampingi langsung oleh narasumber yang terbagi menjadi 3 komisi yaitu, komisi 1 yang membahas Profil Prodi Magister Hukum Keluarga Islam (Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi), komisi 2 membahas Kurikulum Magister Hukum Keluarga Islam, dan komisi 3 membahas Capaian Pembelajaran Prodi MHKI.

(Bagas Mukti Nasrowi/ Tim Humas Pascasarjana IAIN Pekalongan)

 

 

 

Pada Kamis, 19 Mei 2022, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menggelar workshop penyusunan RIP, Renstra, dan Renop. Kegiatan ini diselenggarakan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan di Hotel Nirwana Pekalongan. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan IAIN pekalongan, turut hadir juga jajaran pimpinan, direktur dan wakil direktur, ketua program studi, sekretaris program studi, serta beberapa dosen dan tendik yang ada di lingkungan Pascasarjana IAIN Pekalongan. Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. H. Ibnu Hadjar, M.Ed., guru besar UIN Walisongo Semarang. 
 
Acara Workshop ini diselenggarakan selama 2 hari, pada hari pertama diawali dengan ceremonial pembukaan dan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang penyusunan RIP, Renstra, Renop Pascasarjana oleh narasumber. Selanjutnya di hari kedua dilaksanakan kegiatan penyusunan dan review RIP, Renstra, dan Renop dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kerja sama, tata kelola, dan pengembangan lembaga yang didampingi langsung oleh narasumber.
 
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana IAIN Pekalongan, Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. menyampaikan bahwa tujuan diadakan warkshop ini menurutnya ada 2 hajat yang ingin dicapai sekaligus yaitu, untuk menyongsong akreditasi prodi yang akan dilakukan oleh beberapa prodi di program Pascasarjana IAIN Pekalongan, dan yang kedua untuk menyongsong perubahan status dari IAIN Pekalongan ke UIN KH Abdurrahman Wahid. Dan dalam sambutanya menambahkan bahwa acara ini merupakan bentuk ikhtiar untuk mengelola lembaga pendidikan tinggi yang kredibel, visioner, dan efektif.
Selanjutnya wakil Rektor 1 IAIN Pekalongan Prof. Dr. Maghfur, M.Ag membuka kegiatan ini sekaligus memberikan arahan dalam penyusunan RIP, Renstra , dan Renop Pascasarjana nanti harus mempertimbangkan isu-isu terkini dan menggunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Time Based) dengqn harapan alumni Program Pascasarjana IAIN pekalongan unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni.
 
Dalam pemaparan materinya Prof. Dr. Ibnu Hadjar, M.Ed. menyampaikan bahwa penyusunan RIP, Renstra, dan Renop ini sejatinya telah didasari dalam al Qur’an surat al-Hasyr; 18 yang artinya “...hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok...” selanjutnya dia menambahkan bahwa RIP, Renstra dan Renop ini adalah jantungnya, nadinya sebuah perguruan tinggi. Renstra dan Renop merupakan pedoman sebuah perguruan tinggi dalam menyelenggarakan pendidikan. Renstra dan Renop bisa disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh daerah kita, agar menjadi suatu ciri khas program Pascasarjana perguruan tinggi dan dapat memberikan sesuatu pada daerah.
 
(Bagas Mukti Nasrowi/ Tim Humas Pascasarjana IAIN Pekalongan)