Pascasarjana | IAIN Pekalongan

Tingkatkan Kompetensi Lulusan, Prodi Magister Ekonomi Syariah IAIN Pekalongan Gelar Workshop Penyusunan Visi-Misi dan Redesain Kurikulum

E-mail Print PDF

Pekalongan (13/12) – Dalam rangka peningkatan kompetensi lulusan, Prodi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Pekalongan menggelar rangkaian acara workshop penyusunan visi-misi dan redesain kurikulum pada Jumat – Sabtu (10 – 11 Desember 2021). Bertempat di aula Pascasarjana IAIN Pekalongan (lt. 3) acara digelar secara konvensional atau tatap muka. Acara tersebut dihadiri oleh para stakeholders, diantaranya para pimpinan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang ada di Kota/Kab. Pekalongan dan sekitarnya, perwakilan mahasiswa, perwakilan dosen, dan lain-lain. Acara ini dipandu oleh ahli dan juga bertindak sebagai narasumber, yaitu Dr. H. Ahmad Subagyo, S.E., M.M., CRBD., CSA., CRP., CDMP., yang mengupas visi-misi dan kurikulum Prodi Magister Ekonomi Syariah yang telah ada sebelumnya.

Dalam sambutan pembukaan di hari pertama, Direktur Pascasarjana IAIN Pekalongan, Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini diantaranya bertujuan untuk menyelaraskan visi-misi Prodi Magister Ekonomi Syariah dengan visi-misi Pascasarjana dan Institut. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka menyiapkan lulusan Prodi Magister Ekonomi Syariah agar memiliki kompetensi yang setara dengan level 8 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). “Saya berharap agar kegiatan ini dapat menghasilkan capaian pembelajaran lulusan yang sesuai dengan KKNI, menghasilkan sebaran mata kuliah yang relevan dengan profil lulusan, serta sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan pasar,” pungkasnya.

Dalam paparannya, narasumber mengurai dan menjelaskan bahwa setidaknya ada 4 (empat) keterampilan yang harus dimiliki oleh lulusan magister ekonomi syariah, yaitu: good thinkers (pemikir yang terampil), good planner (perencana yang terampil), business analyst (Mampu menganalisa bisnis), good decision maker (pembuat keputusan yang handal), dan berkarakter. Keempat keterampilan ini harus terwakili dan terintegrasi ke dalam mata kuliah yang diajarkan selama perkuliahan. Sehingga kelak lulusan bisa memiliki keempat keterampilan tersebut.

Pada hari kedua, peserta workshop dibagi menjadi 3 (tiga) komisi, yaitu komisi A, komisi B, dan komisi C. Komisi A membidangi perumusan visi-misi Prodi; Komisi B membidangi perumusan profil lulusan; dan Komisi C membidangi kurikulum. Masing-masing komisi terdiri atas unsur dosen, praktisi, dan mahasiswa. Mereka berdiskusi dan memberikan masukan terkait bidang masing-masing. Setelah dirasa cukup, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi di hadapan semua peserta untuk memperoleh saran dan masukan. Setelah itu, masing-masing komisi merevisi hasil diskusinya berdasarkan saran dan masukan dari komisi lain.

 

(M. Ali Ghufron – Humas Pascasarjana IAIN Pekalongan)